Wabup Sanjaya Buka Lomba Barong Bangkung”Karang Taruna Eka Genta Dharma Bhakti” Desa Dajan Peken

73

Tabanan,mediapelangi.com-Dalam rangka melestarikan tradisi tersebut, Barong Bangkung dikreasi dan dikemas menjadi sebuah ajang Lomba oleh Pemuda.Barong Bangkung sudah merupakan sebuah Tradisi dalam kehidupan masyarakat Bali,khususnya di Tabanan.

Seperti halnya yang diselenggarakan oleh  Karang Taruna Eka Genta Dharma Bhakti, Desa Dajan Peken, Tabanan, di Lapangan Wagimin, Jambe, Dajan Peken, Tabanan, Sabtu (28/10).

Lomba tersebut berhasil menjaring puluhan Sekaa Barong Bangkung untuk ikut berpartisipasi. Dalam ajang ini diikuti 21 Sekaa Barong Bangkong. Kesemuanya tersebut merupakan sekaa Barong Bangkong terbaik serta terpilih yang ada di Kabupaten Tabanan.

Lomba bertajuk Barong Bangkung Mesesolah se-Kabupaten Tabanan Tahun 2017 ini digelar dalam rangka memperingati HUT Karang Taruna Eka Genta Dharma Bhakti yang ke 31, tahun 2017. Dengan harapan bisa memicu semangat seniman muda agar terus berkarya serta memberikan sebuah hiburan, khususnya bagi anak-anak di Kabupaten Tabanan.

Kegiatan ini merupakan cerminan pelestarian budaya bangsa, khusunya budaya Bali. Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya,saat membuka pagelaran Lomba Barong Bangkong Mesesolah se-Kabupaten Tabanan,

Wabup Komang Sanjaya mengatakan bahwa dulu di Tabanan, tepatnya pada 15 tahun yang lalu, Barong Bangkung tidak sebanyak seperti saat ini. Dirinya merasa miris dengan keadaan tersebut, sehingga berdiskusi dengan Tokoh seni dan budaya setempat untuk upaya, agar bisa membangkitkan geliat Barong Bangkung di Tabanan.Untuk itu saya terketuk melihat kondisi tersebut, sehingga Saya melakukan diskusi dengan tokoh seni dan budaya di Tabanan dengan tujuan agar Barong Bangkung itu tetap lestari. Astungkara, sekarang Barong Bangkung berkembang diseluruh pelosok Tabanan dan menjadi kegemaran anak-anak di Tabanan”, pungkas Sanjaya.

Saat itu Sanjaya juga mengungkapkan bahwa kehadiran Barong Bangkong tidak terlepas dari peran dua Pura besar di Tabanan, yakni Pura Natar Sari, Apuan, dan Pura Pucak Padang Dawa. Kedua Pura tersebutlah yang mempengaruhi perkembangan Barong Bangkung hingga dikenal sampai saat sekarang, pungkasnya.

Dulu, katanya hampir semua binatang yang ada di alam raya ini ada bentuk barongnya, ada Barong Macan, Beruang, Gajah, dan lain-lain.Saya harap, selain Barong Bangkung, adik-adik sekalian bisa mengembangkan lagi barong-barong yang lain, seperti barong macan, beruang dan lainnya, seperti dahulu”, pintanya.

foto-Pembukaan pagelaran Lomba Barong Bangkong Mesesolah se-Kabupaten Tabanan, ditandai dengan pemukulan Gong oleh Wakil Bupati Tabanan Komang Gde Sanjaya(28/10)

Meskipun begitu, dikatakannya juga bahwa ini sudah merupakan suatu kebanggaan. Memberi kesempatan kepada para seniman untuk mendapatkan ruang gerak di dalam mengembangkan kesenian tradisional Kabupaten Tabanan. Serta memberi hiburan kepada masyarakat, terutama anak-anak setempat. Pada kesempatan tersebut turut hadir, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan I G.N. Supanji, Camat Tabanan, serta Perbekel dan Tokoh Masyarakat setempat.

Wabup Sanjaya memberikan apresiasinya kepada Karang Taruna Eka Genta Dharma Bhakti dan mengucapkan  terima-kasih yang sebesar-besarnya karena telah turut serta membantu Pemerintah di dalam menjaga tradisi, adat dan budaya adiluhung Tabanan.

Pemuda sebagai generasi penerus. Sebagai tulang punggung Bangsa. Teruslah berkarya, tetaplah bangkit. Tunjukkan jati diri orang Tabanan. Buktikan kalian mampu menjadi tulang punggung Tabanan kedepannya”,pungkasnya,*(hms-eka).