Wabup Sanjaya Hadiri Prosesi Penyulaman Tapakan Ratu Made Mengesta

147
Wakil Bupati Tabanan DR. I Komang Gede Sanjaya, SE, M.M, "Nyaksi" Karya/Upacara Dewa Yadnya (Penyulaman dan Pemlaspasan) Tapakan Ratu Made Banjar Pekraman Mengesta, Penebel, Senin (22/10/2018).

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Wakil Bupati Tabanan DR. I Komang Gede Sanjaya, SE, M.M,  “Nyaksi” Karya/Upacara Dewa Yadnya (Penyulaman dan Pemlaspasan) Tapakan Ratu Made Banjar Pekraman Mengesta, Penebel, Senin (22/10/2018).

Upacara yang berpusat di Pura Puseh lan Desa Banjar Pekraman Mengesta tersebut juga dihadiri oleh anggota DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa, staf Ahli DPR RI I Made Urip, Kabag Kesra, Camat, Perbekel dan tokoh adat Setempat.

Kegiatan Nyaksi orang nomer dua di Tabanan diawali dengan sembahyang bersama beserta undangan yang hadir. Setelahnya dilakukan prosesi simakrama antara Wabup Sanjaya dengan masyarakat setempat. Beliau mengapresiasi antusias warga masyarakat dalam ngewangun Karya (melaksanakan pembangunan parahyangan).

“Semeton titiang sampun ngewangun karya sane ageng pisan, dan prosesnya sangat panjang. Tiang sangat apresiasi kekompakan dan persatuan krama/masyarakat di dalam ngewangun karya”, ucapnya.

“Ini lah tugas Pemerintah sekarang agar tetap menjaga persatuan dan kekompakan antara masyarakat dengan Pemerintah”, sambungnya.

Beliau juga menegaskan bahwa, sebuah karya, sebuah upakara bukanlah dilihat dari berapa banyak menghabiskan dana. Tapi dirinya mengatakan bahwa Karya itu dikatakan satwika karena terpenuhinya tiga elemen.

“Jangan lihat ukurannya dari uang, tapi bagaimana kita ngewangun karya itu yang terpenting adalah upasaksi”,

“Karena sastra mengatakan ritatkala semeton ngewangun karya dengan tulus ikhlas atau dengan manah Lascarya dan dipuput Sulinggih yang sudah medwijati serta disaksikan murdaning jagad, nika-lah wastane yadne sane satwika”, tegas alumni FE Universitas Warmadewa tersebut.

Wabup yang baru ini mendapatkan gelar Doktor itu juga berpesan agar masyarakat selalu menjaga keharmonisan dan kekompakkan sesuai dengan visi dan misi gubernur sekarang, yakni nangun sad kertih loka Bali.

“Tiang matur suksma pisan karena selalu menjaga tradisi, adat, budaya dan agama kita. Pinunas titiang kedepan tetap satukan langkah, satukan kata dan satukan hati agar kita kompak selalu membangun Tabanan”, tukasnya.

Sebelumnya Bendesa Adat Mengesta I Made Wardika melaporkan bahwa kegiatan Penyulaman ini digelar berkat antusias Warga. Dengan pendanaan disokong sepenuhnya oleh warga melalui urunan. Adapun pengeluaran atau penghabisan karya tersebut sekitar kurang lebih Rp. 500 juta.

“Dana yang terkumpul hanya Rp. 400 juta dan masih ada kekurangan Rp. 100 juta lagi. Mudah-mudahan Wabup sida nagingin akidik kekurangan krama ipun”, harap pihaknya. (rls).