Wagub Cok Ace : Tiongkok Adalah ‘Saudara Tua ‘ Warga Bali

58
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati acara pegelaran seni budaya serangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2570 di Nusa Dua Theater, Nusa Dua pada Jumat (8/2/2019) malam.

BADUNG, MEDIAPELANGI.com – Warga etnis Tionghoa sudah dianggap ‘saudara tua’ oleh masyarakat Bali. Demikian diungkapkan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat memberikan sambutan dalam gelaran seni budaya serangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2570 di Nusa Dua Theater, Nusa Dua pada Jumat (8/2/2019) malam.
Menurut Wagub, banyak hal berharga yang sudah disumbangkan etnis Tionghoa terhadap kebudayaan Bali sejak pertama kali kedatangannya di awal abad ke 13 silam.

Misalnya, penglingsir Puri Agung Ubud tersebut mencontohkan penggunaan uang kepeng (pis bolong,red) yang hingga saat ini masih jadi salah satu sarana upacara di Bali.

“Dan masih banyak lagi contoh akulturasi budaya Tiongkok dan Bali sehingga mulai tahun ini kami menggelar Balingkang Kintamani Festival sebagai tanda persaudaraan sekaligus terima kasih dan apresiasi kepada saudara dari Tiongkok,” Tukas pria yang akrab disapa Cok Ace ini. “Kami masyarakat Bali juga belajar banyak di bidang ekonomi, di bidang perdagangan dengan saudara-saudara,” Lanjutnya.

Cok Ace juga mengharapkan momen Tahun Baru Imlek ini jadi momen berkumpul dan simbol keharmonisan antar sesama, dengan alam semesta seta kepada tuhan. “Karena kedekatan kita, tak hanya sekedar soal pariwisata tapi juga kedekatan secara budaya,” Tutupnya.

Sementara itu Konsulat Jenderal Tiongkok di Bali Guo Haodong memaparkan kemajuan yang pesat dari hubungan Indonesia, khususnya Bali dengan Republik Rakyat Tiongkok. ” Kemitraan kita semakin strategis baik di bidang ekonomi, budaya, pariwisata dan pendidikan. Kami sangat berterimakasih atas dukungan Pemprov Bali selama ini,”
katanya.

Untuk itu, Haodong mengharapkan kedepannya hubungan ini semakin baik demi kemajuan bersama.
Gelar Seni perayaan Tahun Baru Imlek banyak menampilkan kesenian tradisonal dari kedua negara serta pertunjukkan kolaborasi duta seni Tiongkok dan Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.(*amb)