Wakil Bupati Sanjaya Resmi Menyandang Gelar Doktor

185
Wakil Bupati Sanjaya Resmi Menyandang Gelar Doktor iImu Agama

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com –  Berkat dukungan dari keluarga dan istri, Wakil  Bupati  Tabanan Komang Gde Sanjaya, resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Agama, Senin (30/7/2018).

Hebatnya lagi, pada sidang promosi gelar doktor angkatan ke 47 program iImu Agama Program Pascasarjana IHDN Denpasar itu Sajaya meraih lulus dengan predikat Cum Lude.

Dalam sidangnya, Sanjaya  dengan lancar sukses memaparkan disertasinya berjudul “Sistem Pendidikan Agama Hindu Berbasis Pasraman Dalam Meningkatkan Karakter Siswa di Kabupaten Tabanan.”

Sidang  yang di mulai pukul 10.00 Wita itu menghadirkan promotor yakni Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., dan kopromotor Dr. Made Sri Putri Purnamawati, S.Ag., M.A.,M.Erg. Panitia Penguji disertasi terdiri atas Ketua Prof. Dr. Drs. I Made Suradadi, M.A dengan anggota  Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., Dr. Made Sri Putri Purnamawati, S.Ag., M.A.,M.Erg. Prof. Dr. Drs. I Nengah Dunia, M.Si.  Prof. Dr. I Wayan Suarjaya, M.Si. Prof. Dr. I Made Suastika, SU. Dr. Drs Relin D.E.,M.Ag.Dr. Drs. I Nyoman Ananda, M.Ag.  Dr. Drs. I Made Wiguna Yasa, M Pd.

Selain itu, Sanjaya secara gamblang mampu menjawab sederetan pertanyaan yang dilempar tim penguji, sehingga tak berlebihan bila nilai terbaik berhasil diraihnya.

Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E.,M.M. mengatakan  perjuangan untuk menyelesaikan pendidikan akademik tertinggi ini memang lumayan berat. Apalagi ditambah dengan kesibukan mengabdi sebagai pemimpin di Tabanan dan juga dalam perhelatan Pilgub Bali Juni 2018 lalu. Namun berkat dukungan bsemua pihak, setelah menempuh pendidikan selama 6 tahun, akhirnya ia berhasil menuntaskannya.

“Berkat dukungan semuanya, gelar doktor ini sudah saya raih dengan hasil yang memuaskan. Ilmu ini akan saya terapkan untuk masyarakat. Sebagai “Doktor Pasraman” itu mengakui pasraman punya peran strategis dalam pendidikan karakter generasi muda Hindu di Bali. Di tengah adanya penurunan karakter, disharmonisasi generasi muda di Tabanan maka pasraman bisa berperan untuk menguatkan kembali pembangunan kararakter bangsa tersebut,”ucapnya.

“Tanggung jawab untuk menguatkan pendidikan karakter bukan hanya orang tua dan pemerintah, tetapi pasraman juga bisa membantu. Pasraman menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas SDM Hindu masyarakat Bali,”jelas  Wakil Bupati  dua periode ini.

Doktor Sanjaya mengharapkan  model pengembangan pasraman yang formal dan standar serta punya kurikulum baku serta juga sesuai dengan peraturan yang ada. “Pasraman yang ada di Tabanan dan di Bali secara umum harus berpedoman pada UU, dan  mengikutiuti aturan pemerintah, serta norma Peraturan Menteri Agama, sesuai pendidikan agama, kearifan lokal  lainya,” pungkasnya. (ka)