Waspada!! Berdalih Minta di Antar, Gantiyasa Bawa Kabur Motor Korban

193
Pelaku penggelapan sepeda motor I Gede Putu Gantiyasa (jongkok) saat diamankan petugas di parkiran sebuah warung di wilayah Melaya, Jembertana.(foto –ist)

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Terkadang kebaikan justru tidak dibalas dengan baik. Itu yang menimpa  oleh Agus Mulyadi  warga Banjar Taman Surodadi, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

Niatnya untuk menolong pelaku meminta mengantarkan ke sebuah bengkel, dengan alasan mobil nya rusak, berujung dibawa kaburnya motor miliknya oleh pelaku.

Kasubag Humas Polres Tabanan AKP I Gede Surya Kusuma mengatakan kejadian pada Kamis  (3/1/2019)sekitar pukul 22.30 wita,di Banjar Taman Surodadi Desa abiantuwung, Kediri.

Saat itu korban yang sedang ngumpul- ngumpul di depan rumah tiba -tiba datang orang yang tidak di kenal dan meminta untuk mengantarkan ke sebuah bengkel, dengan alasan mobil rusak.

Selanjutnya korban  mengantar orang tersebut selanjutnya di ajak berkeliling ke Desa Jadi, samapi ke Gor Debes. Sesampai di Gor Debes korban di suruh turun dari motor namun korban menolak. Nah sampai di Desa Bongan pelaku turun di depan orang yang lagi ngumpul- ngumpul dan menanyakan temannya bernama Agus.

Korban disuruh turun dan sepeda motor Honda Scoopy nopol DK 6671 GAD tersebut di bawa kabur oleh pelaku. Akibat peristiwa tersebut korban melaporkan kejadian yang dialami ke Polsek Kediri,”kata Surya Kusuma, Selasa (8/1/2019).

Atas laporan dari korban Team opsnal Polsek Kediri melakukan penyelidikan ke daerah Jembrana, selanjutnya dapat di amankan pelaku I Gede  Putu  Gantiyasa (30) asal Banjar Babakan, Desa Nyitdah, Kediri ,Tabanan di sebuah parkiran warung makan Barokah di Melaya, Jembrana.

Saat dilakukan introgasi terhadap pelaku mengakui perbuatannya dan team melakukan pencarian barang bukti berupa sepeda motor Honda Scoopy nopol  DK 6671 GAD digadaikan sebesar Rp 4 juta di daerah Basuki, Situbondo, Jawa Timur. Pelaku dan barang bukti sepeda motor Honda Scoopy berhasil kami amankan,”jelasnya. Surya Kusuma menjelaskan,pelaku terpaksa melakukan penggelapan ini terkait dengan kebutuhan ekonomi. (ka)