World Hindu Wisdom Meet 2018, Hindu for Better Life

24

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com — World Hindu Parisad (WHP) akan segera menggelar program tahunan World Hindu Wisdom Meet (WHWM) ke-6 tahun 2018 di Gedung Ksirarnawa, 23-24 Juni 2017 dengan mengusung tema HINDU FOR BETTER LIFE atau ‘Hindu untuk Kehidupan yang Lebih Baik’.

Hal itu terungkap dalam rapat paripurna Panitia WHWM 2018 yang dihadiri pimpinan Sabha Pandita PHDI Pusat di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Gedung Jaya Sabha, hari ini, 11Juni 2018. Tema ini dipilih sesuai dengan kondisi umat Hindu, baik di Bali, luar Bali, Indonesia dan juga di berbagai Negara.

Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup umat Hindu, lembaga keagamaan Hindu, lembaga-lembaga Pendidikan Hindu, dalam dan luar negeri perlu duduk bersama untuk merumuskan praktik-praktik HINDU yang dipandang tidak jelas dan perlu dijelaskan agar umat Hindu memiliki pengetahuan Hindu demi menyongsong kehidupan yang lebih baik. Untuk itu, unsur-unsur kelembagaan tersebut perlu memaparkan pandangannya pada acara World Hindu Wisdom Meet tahun 2018 ini.

Sehingga pemikiran-pemikiran dari berbagai tokoh tersebut dapat disusun menjadi suatu pedoman untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
Ajaran Hindu memiliki sumber sastra yang mengajarkan bagaimana cara meraih hidup yang sempurna. Semestinya, banyak umat Hindu yang mampu mencapai hidup sempurna dan bahagia. Tetapi realitas menunjukkan, masih terlalu banyak umat Hindu yang hidup di bawah garis “kemiskinan”; masih banyak yang bodoh, dan terlalu banyak umat Hindu yang menderita. Karena itu harus ada upaya untuk mengatasi penderitaan sesama umat Hindu menuju pada kehidupan yang lebih baik.

Ada banyak indikator agar dapat disebut hidup bahagia. indikator hidup yang bahagia itu lain katanya adalah sukerta sakala lan niskala, artinya: hidup bahagia secara material dan spiritual’ yang oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia diformulasikan dengan kalimat “mokshartham jagadhita ya ca iti dharma”.

Bagaimana cara untuk mencarikan jalan keluar atau solusi agar umat Hindu bisa keluar dari kemiskinannya, kebodohannya dan penderitaannya agar bisa hidup lebih baik?

Atas dasar pertanyaan itulah, maka program World Hindu Parisad (WHP) dalam acara World Hindu Wisdom Meet (WHWM) tahun 2018, mengusung tema HINDU FOR BETTER LIFE. Para tokoh Hindu dan para peserta World Hindu Wisdom Meet diharapkan mampu melahirkan buku Manual Hindu for Better Life demikian disampaikan Chairman Organizing Committe sekaligus Sekretaris Jenderal WHP, Drs. I Ketut Donder, M.Ag, Ph.D.

Tujuan khusus WHWM 2018 menurut Donder adalah (1) menghimpun berbagai potensi Sumber Daya Manusia Hindu sehingga umat Hindu memiliki modal intelektual ketika berhadapan dengan tantangan intelektual; (2) menginventarisir Sumber Daya Alam Hindu sebagai modal untuk melakukan perbaikan social; (3) mempertebal keyakinan umat Hindu tentang kebenaran ajaran agamanya dan mampu membuktikan bahwa ajaran Hindu yang bersumber pada Veda berlaku universal dan dapat diterapkan sesuai dengan ajaran desa (tempat), kala (waktu) dan patra (kondisi) dan (4) memberikan solusi terhadap berbagai tantangan yang dialami oleh umat Hindu.

WHWM 2018 diharapkan dapat menggali dan memberikan pemahaman yang benar terkait dengan ajaran Hindu Dharma yang dilandasi oleh pustaka suci Veda dan kearifan-kearifan Hindu di seluruh dunia untuk pengembangan SDM Hindu.

Narasumber WHWM 2018 ini berasal dari dalam dan luar negeri seperti : Swami Paramatmananda Saraswati (India), Prof. Subash Chandra Das (India) , Ajay Singh (India), Swami Anand Krishna (Anand Ashram), Shri Satpal Maharaj Ji (India), Ida Pedanda Gede Made Putra Kekeran (Indonesia), Ngakan Putu Putra, S.H, M.A, (Indonesia), Dr. Chandra Sagaran (Malaysia). Peserta WHWM 2018 ini juga berasal dalam dan luar negeri dan berbagai lembaga dan kalangan seperti: PHDI Pusat dan Daerah, Dewan Persatuan Pasraman Indonesia, Perwakilan dari Kementerian Agama RI, LSM dan organisasi Hindu di Indonesia, Perguruan Tinggi Hindu di Indonesia, tokoh Masyarakat Hindu di Indonesia, peserta dari beberapa negara, perorangan maupun organisasi dan perwakilan paramahasiswa Hindu di Indonesia.

Ketut Donder menekankan dan berharap umat Hindu punya tanggung jawab membangun SDM Hindu yang baik, kokoh, berpengetahuan dan berke-Tuhanan. Oleh karena itu, ;ihaknya mohon dukungan semua pihak untuk bersama-sama membangun dan mengembangkan Sumber Daya Manusia Hindu yang bermartabat, berkarakter dan berbudaya. Kata dia, World Hindu Parisad diharapkan bermanfaat dan dimanfaatkan untuk menyebarluaskan Ajaran Dharma secara global.

President WHP, Made Mangku Pastika mengaku menyaksikan secara langsung keadaan kemanusiaan di era globalisasi yang semakin kompetitif. Pria yang masih menjabat Guberbur Bali ini menilai sangat penting para tokoh Hindu membangun spirit baru dalam memberikan teladan di bidang perbaikan kualitas sosial. Upaya perbaikan sosial itu, kata Mangku Pastika, harus dimulai dari perbaikan wawasan spiritual para tokoh Hindu yang memiliki modal sosial. Para pemilik modal sosial kerap menjadi publik pigur yang digandrungi oleh masyarakat.

Hasil akhir kegiatan World Hindu Wisdom Meet (WHWM) 2018 terkait dengan tema HINDU BETTER FOR LIFE yang terformulasikan dalam beberapa strategi pembinaan diharapkan dapat dijadikan guideline bagi umat Hindu sehingga dapat hidup lebih baik.

Anggota Governing Council WHP, Prof. I Made Bakta berharap Hasil World Hindu Wisdom Meet 2018 diterbitkan sebagai buku, selanjutnya disebarkan kepada masyarakat luas sehingga dapat dijadikan referensi untuk memecahkan beberapa persoalan hidup. Out come ini diharapkan dapat mendorong para intelektual Hindu untuk melakukan kajian-kajian ilmiah akademik terhadap berbagai potensi social property and spiritual property dalam ajaran-ajaran Hindu sehingga umat Hindu memiliki spirit yang optimis terhadap masa depan yang lebih baik.

Kegiatan WHWM 2018 akan dikemas dengan model International Seminar yang dibarengi dengan berbagai acara pentas seni; Drama in Sanskriti about the Ancient History of Hindu Maharsi Journey to Bali, pentas seni silat Martial Art of Silambam as the Ancien Hindu Martial Art Malaysia berkolaborasi dengan Pasraman Seruling Dewata Bali. (HWHP).